Khusnul Khuluqi
menyusuri jalan setapak bergelombang
perempuan desa menjemput matahari pagi
yang menghangati lembah dan perbukitan
senyum lembutnya mengembang
batu-batu tajam ramah dan bersahabat dengan kakinya
sekali lagi senyumnya tetap mengembang
meski ilalang ilalang dengan kejam
menusuk rembulan di dadanya.
1997.
menyusuri jalan setapak bergelombang
perempuan desa menjemput matahari pagi
yang menghangati lembah dan perbukitan
senyum lembutnya mengembang
batu-batu tajam ramah dan bersahabat dengan kakinya
sekali lagi senyumnya tetap mengembang
meski ilalang ilalang dengan kejam
menusuk rembulan di dadanya.
1997.


