Jumat, 22 Mei 2015

PUISI BENGAWAN SOLO

Namamu tak seindah dulu
Badanmu berliku-liku
Penuh buangan kayu
Membuat air ngambek tak melaju
          Bengawan sola
          Ceritamu lain dengan sekarang
          Dulu dirimu terkenang dalam tembang
          Yang didendangkan Pak Gesang

Rabu, 29 April 2015

Puisi Tentang Guru

GURU
Pengabdianmu sungguh menyatu
Bersama langkah perjuanganmu
Membasmi orang tak berilmu

Guru....
Ke mana pergi keberkahan bersamamu
Engkau sungguh pahlawan bangsa
Bersusah payah bekerja

Minggu, 05 April 2015

Rasa Dosa

Muka putih di jendela
Mengikuti aku dari subuh
Semua kekal

Nyawa
Jejak membekas di lumpur hati

Kata
Suara bergema di ruang abadi
Tangan Gemetar menyapu sajak
Mata

Perempuan Desa

                                        Khusnul Khuluqi
menyusuri jalan setapak bergelombang
perempuan desa menjemput matahari pagi
yang menghangati lembah dan perbukitan
senyum lembutnya mengembang
batu-batu tajam ramah dan bersahabat  dengan kakinya
sekali lagi senyumnya tetap mengembang
meski ilalang ilalang  dengan kejam
menusuk rembulan di dadanya.
                                                   1997.

Rabu, 18 Maret 2015

Gadis Peminta-minta

Setiap Kali bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa
Ingin, aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil
Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok
Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlap
Gembira dari kemayaran riang

Kamis, 19 Februari 2015

Nasihat hati untuk diri sendiri

Runtuhkan keangkuhan dengan ketawadukan
Hapuskan kekeruhan dengan kebeningan
Hindarkan dendam benci dengan kasih sayang
Musnahkan serakah dengki dengan keikhlasan

Teguhkan kesadaran agar bisa dihindari kelalaian
Tanamkan kejujuran agar bisa dijauhi kecurangan
Kuatkan kesabaran agar bisa  dijauhi kecurangan
Kuatkan kesabaran agar bisa direndam api kemarahan
Pada Allah hati pasrah sumarah dan legawa legalila

Rabu, 18 Februari 2015

Contoh Puisi Baru

1.Contoh Soneta
CANDI
Engkau menahan empasan kala
Tinggal berdiri indah permai
Tidak mengabaikan serangan segala
Megah kuat tidak terperi
     Engkau berita waktu yang lalu
     Masa Indonesia masyhur maju
     Dilayah putera bangsawan kalbu
     Dijunjung tinggi penaka ratu
Aku memandang suka dan duka
Berganti-ganti di dalam hati

Selasa, 17 Februari 2015

Contoh Puisi Islami

Thank You Allah
Ya Allah...
Atas segala nikmatmu, aku bersyukur kepada-Mu...
Atas segala rahmatmu, aku berlindung kepada-Mu...
Kau ajarkan aku tuk bersabar, atas musibah yang pernah menimpa kami
Ajarkan aku tuk bersyukur atas apa yang ada
Tanpa merasa kekurangan suatu apapun

Ya Allah...
Kau berikan nikmat hidup ini kepada kami
Begitu banyaknya nikmat yang kau berikan
Sehingga kami tak mampu menghitungnya
Dan kami mendapatkan rahmat dan karunia
Yang tak terhingga yang telah kau berikan kepada kami

Selasa, 03 Februari 2015

Puisi "Siap Sedia"

                                                   Kepada Angkatanku
Tanganmu nanti tegang kaku
Jantungmu nanti berdebar berhenti
Tubuhmu nanti mengeras batu
Tapi ami sederap mengganti
Terus memahat ini Tugu

Matamu nanti kaca saja
Mulutmu nanti habis bicara
Darahmu nanti mengalir berhenti
Tapi kami sederap mengganti
Terus berjaya ke masyarakat Jaya
Suaramu nanti diam ditekan
Namamu nanti terbang hilang
Langkahmu nanti enggan ke depan
Tapi kami sederap mengganti