Senin, 24 Oktober 2016

Keroncong Motinggo Karya Subagio Sastrowardoyo

I
Perempuan yang mengatupkan mata
Biarkan lampu kamar menyala
Selama kita bercinta
Tubuh kita yang telanjang
harus kita hadapi dengan
mata nyalang

Dalam bercumbu
kita kembali seperti dulu
sebelum mengenal malu

Ada tahilalat di pundakmu
Mari kukecup
Tapi nyalakan mata

II
Apakah besok
Cinta hanya tahu hari kini
Ikutilah denyut
Yang membawa kita berhanyut
dari kamar ke kamar
Setiap ruang samar adalah perlindungan
buat menghalalkan perkosaan
Di mana berhenti
O, biar dunia tenggelam
dalam darahnya sendiri

III
Jari yang meraba
ingin bicara
tentang hari-hari yang panjang
dan damba yang membara

Begitu jauh kita mengembara
apakah kesetiaan apakah janji
kalau kenangan tak punya arti
Tenggelamlah dalam kenanaran tubuh
dan lupakan diri

Ah, rabalah dada sebelah ini
Disitu hati remuk
oleh rindu dan ngeri

IV
Tubuh yang panjang
terus membayang
pad diniding angan-angan

Ladang yang subur
terbentang bebas
tanpa ragu

Hutan yang sepi
ikhas menanti
jejak lelaki

Tubuh yang panjang
di puncak sayang
tak habis kunikmati

V
Pada geliat subuh
darah tercampak di tubuh langit
dirangkul hari kekosongan berpaut
wajahnya lekas tua dalam perjamahan

Tidakkah kau takut
Ketika kukecup mulut
lidahku telah mengecap
kesat selera maut.
                                      Karya Subagio Sastrowardoyo

Jumat, 06 Mei 2016

Puisi Untuk Kekasih Hati

JANJI SUCI CINTA
Puisi Adelia L.K

Anggrek Biru
Kaulah saksi cintaku
Telah tertanam dalam jiwaku
Sebuah cinta suciku untuk dirimu

Takan ku lupa
Akan ku jaga
Dan ku rawat keindahanya
Di ladang jiwa berlahan kasih mesra

Dia malaikat penjaga hati
Berjanji padaku setia menemani
Memulai kisah cinta ini dengan sepenuh hati
Meraih cita cinta berdua hingga maut memisahkan kami

Membina mahligai indah berdua
Menempuh masalah dengan bijaksana
Mewujudkan mimpi masa depan cinta kita bersama
Bergandengan tangan kita bina rumah tangga

SELAMAT MALAM SAYANG
Puisi NN

Aku terkapar dalam hamparan tempat tidurku
melamunkan semua tentang cinta di malam ini
cinta yang selalu datang dalam setiap nafas
ya itu cinta dirimu potry

Malam yang gelap ini
aku selalu mengirim sesuatu yang indah untukmu
walau kau tak melihat tapi selalu ada disampingmu
hanya bisa kau rasakan
dan memberikan kenyamanan dalam tidurmu malam ini

Puteri dalam indahnya malam ini
aku datang lewat mimpimu
dan aku keluar lewat keindahan yang kau rasakan
terlelaplah wahai poetri indahku
aku selalu datang untuk menemanimu
walau hanya lewat angin
tapi aku akan selalu menyejukanmu

SELAMAT PAGI CINTAKU
Puisi Ressa Elia

Semoga hari ini.
Hatimu secerah hari ini.
Secerah matahari brsinar.
Langkah yang kau tapak selalu bawa kebahagiaan.

Biarkn musim brganti.
Tinggalkan kesan yang mendalam.
tak mudah dilupakan dari mata jernihmu yg berkaca.

Lihat aku..
Yg selau bisa bca pikiranmu.
Mengisi jiwamu.
menyapamu menghias hari2mu.

Lihat senyumku...
Dengarkan suaraku...
Akan teduhkan jiwamu.
Karena aku mencintamu dengan kesungguhanku.
Source: http://www.lokerpuisi.web.id/2014/01/puisi-cinta-romantis.html

Senin, 28 Maret 2016

Contoh Puisi Untuk Guru

Guruku Tersayang – oleh Arianti Indah Purwandari
Jakarta
fb: Purwandariarianti

Oh, Guruku……
Sapa hangat pelukmu….
Senyumu itu…
Bagaikan Emas yg bersinar dihatimu…

Guruku tersayang….
Engkaulah cahaya kehidupan
Tanpamu……
Aku tak tahu baca menulis
Tak tahu menghitung

Kau rela mati matian berkorban demi anak anak didikmu…
Untuk apa?
Untuk Anak didikmu menjadi anak anak yg sukses

Oh, My Teacher terima kasih atas perjuanganmu selama ini….
Aku tak tahu harus berterimakasih dgn apa untukmu?
Karena perjuangan engkau terlalu banyak untukku
Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih
Untuk Guruku tersayang….

Sumber : lokerpuisi.com

Selasa, 16 Februari 2016

Puisi Tentang Transportasi

Pagi kau jemputku
Mengantarku ke sekolah
Siang kau jemput aku
Mengantarku ke rumah

Tempat dudukku
Selalu di dekat jendela
Hingga aku selalu bisa
Memandang ke luar sana

Betapa ramai lalu lintas
Kau merayap di tengah mereka
Kau setia bersahaja
Di tengah ramainya kota

Senin, 08 Februari 2016

Contoh Puisi Desaku

Desaku
Pemandangan didesaku sangat indah
Letaknya dibawah gunung
Hawanya sangat dingin
Saat pagi hari, bayak daun-daunan berembun
Udaranya masih bersih dan bebas polusi
Disekeliling desa terdapat hamparan padi
Petani sibuk menggarap sawah
Diserai kicauan suara burung
Sungguh indah pemandangan desaku

Selasa, 02 Februari 2016

Catetan Tahun 1946

Ada tanganku, sekali akan jemu terkulai,
Mainan cahaya di air hilang bentuk dalam kabut,
Dan suara yang kucintai'kan berhenti membelai.
Kupahat batu nisan sendiri dan kupagut.
Kita-anjing diburu-haya melihat
    sebagian dari sandiwara sekarang
Lahir serang besar dan tenggelam beratus ribu,
Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat.

Dan kita nanti tidak sawan lagi diburu.
Jika bedil disimpan, cuma kenangan
berdebu;
Kita memburu arti atau diserahkan pada anak
     lahir sempat,
Karena itu jagan mengerdip; tatap dan penamu asah,
Tulis karena kertas gersang, tenggorokan kering sedikit mau basah!

                                                             (Chairil Anwar)

Senin, 18 Januari 2016

Puisi "Kucari Jawab"

Di mata air, di dasar kolam,
kucari jawab teka-teki alam.

Di kawan awan kian kemari,
disitu juga kucari.

Kepada gunung penjara waktu,
kucari jawab kebenaran tentu.

Ke dalam hati, jiwa sendiri,
kuselam jawab; Tidak tercari...

Ya, Allah yang maha dalam,
Berikanlah jawab teka-teki alam.

O, Tuhan yang maha tinggi,
Kunanti jawab petang dan pagi.

Hatiku haus 'kan kebenaran,
Berikan jawab dihatiku sekarang....
                                       (JE.Tatengkeng)

Rabu, 30 Desember 2015

PUISI BENGAWAN SOLO

PUISI
BENGAWAN SOLO
Namamu tak seindah dulu
Badanmu berliku-liku
Penuh buangan kayu
Membuat air ngambek tak melaju
          Bengawan sola
          Ceritamu lain dengan sekarang
          Dulu dirimu terkenang dalam tembang
          Yang didendangkan Pak Gesang
Bengawan Solo
Tiada lagi perahu bersamamu
Warna dirimu pun kian kelabu
Membuat dirimu tak seindah dulu.          
                        Wiwied.

Kamis, 10 Desember 2015

Puisi Perahu Kertas

Waktu masih kanak-kanak kau membuat perahu
      kertas  dan kau layarkan di tepi kali; alirnya
      sangat tenang, dan perahumu bergoyang
      menuju lautan
"Ia akan singgah di bandar-bandar besar", kata
      seorang lelaki tua. Kau sangat gembira, pulang dengan
      berbagai gambar warna-warni di kepala.
      Sejak itu kau pun menunggu kalau-kalau ada
      kabar dari perahu yang tak pernah lepas dari
      rindumu itu.

Akhirnya kau dengar juga pesan si tua itu. Nuh,
      "Telah kupergunakan perahumu itu dalam
      sebuah banjir besar dan kini terdampar disebuah bukit".
                                              (Sapardji Djoko Damono)